PERAN PAGUYUBAN DUTA WISATA “SEKARGADING” DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA DI KABUPATEN BATANG
PDF (Bahasa Indonesia)

How to Cite

Agung, D. P., & Wijaya, A. (2019). PERAN PAGUYUBAN DUTA WISATA “SEKARGADING” DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA DI KABUPATEN BATANG. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 1(1), 54-62. Retrieved from https://ap3si.org/ojs/index.php/ijsed/article/view/2

Abstract

ABSTRAK. Penulisan ini membahas mengenai peran dari Paguyuban Sekargading dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Batang. Pariwisata merupakan sektor yang memiliki dampak positif pada berbagai sektor kehidupan manusia lainnya, dan untuk mengoptimalkan hal itu Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Batang kembali mengaktifkan Paguyuban Duta Wisata “Sekargading”. Penulisan ini menggunakan teori peranan oleh David Berry dan metode penulisan kualitatif. Hasil penulisan menunjukkan bahwa terdapat pandangan dari masyarakat yang mengamati Paguyuban Sekargading bahwa mereka hanya digunakan sebagai among tamu dan masih mengikuti aktivitas dari Disparpora, sedangkan masyarakat yang pernah mengikuti kegiatan Paguyuban Sekargading menganggap beberapa kegiatan yang dilakukan oleh paguyuban memiliki pengaruh terhadap pariwisata di Kabupaten Batang. Peranan yang dilakukan oleh Paguyuban Sekargading untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Batang diwujudkan melalui beberapa program kerja, seperti Mas Mbak Batang Berbagi, Mas Mbak Batang Goes To School, dan Mbolang Mbatang. Secara keseluruhan peran ganda anggota paguyuban merupakan kendala terbesar yang dirasakan oleh Paguyuban Sekargading.

ABSTRACT. This study discusses the role of the Sekargading Association in developing tourism in Batang Regency. Tourism is a sector that has a positive impact on various other sectors of human life, and to optimize it The Tourism Government of Batang Regency (Disparpora) has reactivated the Tourism Ambassador Association "Sekargading". This study uses role theory by David Berry and qualitative research methods. The results showed that there is a view from the community observing the Sekargading Association that they are only used as a guest and still follow the activities of the Disparpora, while the people who have participated in the Sekargading program considered some activities carried out by the association had an influence on tourism in Batang Regency. The role of Sekargading association to developing tourism in Batang Regency was realized through several work programs, such as Mas Mbak Batang Berbagi, Mas Mbak Batang Goes To School, and Mbolang Mbatang. Overall the dual role of association members is the biggest obstacle faced by Sekargading Association.

PDF (Bahasa Indonesia)

References

Andriyani, L. (2014). Peran Duta Wisata Dalam Mempromosikan Kebudayaan dan Pariwisata di Kalimantan Timur. Journal Ilmu Komunikasi, 2 (4).
Berry, D. (2003). Pokok-Pokok Pikiran dalam Sosiologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Brata, N. T. (2009). Religi Jawa dan Remaking Tradisi Grebeg Kraton, Sebuah Kajian Antropologi. Sejarah Dan Budaya, 2 (2), 59-68.
Dewi, M. H. U., Fandeli, C. dan Baiquni, M. (2013). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Jurnal Kawistara, 3 (2), 117-226.
Fadhila, N. (2013). Peran Dan Fungsi Paguyuban Jaranan Wahyu Kridha Budhaya Di Kota Kediri, Jawa Timur. APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan, 2 (2).
Fitriyani, R. (2012). Peranan Paguyuban Tionghoa Purbalingga Dalam Pelestarian Tradisi Cap Go Meh. Jurnal Komunitas, 4 (1).
Oktarina, C. A. (2015). Peran Cak dan Ning Surabaya Dalam Strategi Promosi Kota Surabaya. Journal Commonline Departemen Komunikasi, 4 (2).
Paul, K., Yuriewaty, P. dan Waleleng, G. J. (2017). Peranan Duta Pariwisata Randa Kalibasa dalam Mempromosikan Potensi Wisata Kota Palu. Jurnal Acta Diurna, VI (1).
Pendit, N. S. (2006). Ilmu Pariwisata: Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradnya Paramita.
Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 – 2025.
Pertiwi, M. N. (2014). Fungsi Paguyuban Kampung Batik Dalam Pelestarian Batik Semarang Di Kota Semarang. Jurnal Solidarity, 3 (1).
Randa. (2015). Peran Duta Wisata Dalam Mempromosikan Pariwisata Kabupaten Solok. Jom FISIP, 2 (2).
Rimawati. (2015). Penerapan Sadar Wisata Dan Penguatan Citra Wisata Melalui Penanamaan Tanaman Upakara Di Kerambitan Kabupaten Tabanan. Jurnal Mimbar Hukum, 27 (1), 30-41.
Solichah, F. M. (2014). Pandangan Masyarakat Terhadap Kepala Desa Kedungpapar Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya.
Syaukani. (2003). Pesona Pariwisata Indonesia. Jakarta: Nuansa Madani
Tatarusanu, M. (2016). Local Community Involvement In Tourism Development. Management Intercultural, XVIII (37), 435-440.
Buzan, T. dan Buzan, B. (2004). Memahami Peta Pikiran (The Mind Map Book). Jakarta: Interaksara
Yulaichah, S. (2017). Bujang dan Dara dalam Mempromosikan Pariwisata di Kabupatenn Indragiri Hulu. Jom FISIP, 4 (1).