KegiatanLaporan

Rilis Media AP3SI: Forum Diskusi Nasional 31 Desember 2020

Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI) : Pemerintah harus memperkuat supporting system dalam melaksanakan PJJ Tahun 2021. Kemdikbud sebagai leading sector harus intensif melakukan kolaborasi multistakeholder lintas kementerian dalam mendukung pelaksanaan PJJ Tahun 2021.

Selama 9 bulan terhitung Maret 2020, kita melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan segala dinamika dan tantangannya di berbagai daerah. Jutaan murid, mahasiswa, guru dan dosen secara tergopoh-gopoh melalukan PJJ di berbagai daerah. Berbagai masalah muncul seperti krisis listrik, sinyal, koneksi internet, kendala gawai, sarana prasarana dan sebagainya. Meskipun pemerintah melalui Kemdikbud memberikan bantuan kuota bagi pelajar, mahasiswa dan tenaga pendidik, tidak serta merta menyelesaikan masalah PJJ selama tahun 2020. Dalam rangka melakukan evaluasi dan refleksi penyelenggaraan PJJ selama pandemic Covid 19 di tahun 2020 dan sekaligus proyeksi PJJ Tahun 2021, Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI) menyelenggarakan Refleksi Akhir Tahun yang menghadirkan 105 orang peserta yang merupakan guru dan dosen dari berbagai daerah di Indonesia. Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 31 Desember 2020. Dari Refleksi Akhir Tahun tersebut, AP3SI memberikan beberapa catatan penting.

Pertama, meninjau ulang pelaksanaan PTM Tahun 2021 di daerah-daerah yang masih dinyatakan status Zona Merah. Disisi lain, mendorong Pemerintah Daerah yang dianggap zona hijau dalam menghadapi PTM 2021 untuk memastikan/mempertimbangkan risiko penyebaran COVID-19, kesiapan satuan pendidikan di setiap jenjang, izin dari orang tua/wali. Demikian seperti diungkapkan Prof. Elly Malihah.

Kedua, Pemerintah tidak hanya berorientasi/sudut pandang ekonomi semata, perlu memikirkan pendidikan (masa depan generasi hari ini), demikian diungkapkan Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si sebagai Ketua Umum AP3SI. Sejalan dengan itu, Prof. Elly Malihah juga mengatakan diperlukan penguatan backbone jaringan (sinyal) di berbagai daerah di Indonesia terutama di daerah-daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Ketiga, Kemdikbud perlu mengupayakan supporting system, pastikan bahwa daerah diberi arahan dan backup atas kebijakan yang diambil (tidak menyerahkan sepenuhnya ke daerah-kebijakan berbasis daerah (desentralistik), hal ini disampaikan Rakhmat Hidayat, Ph.D. sebagai Sekretaris Umum AP3SI. Lebih lanjut, Bapak Rakhmat Hidayat menjelaskan Kemdikbud perlu mengaktifkan semua dukungan termasuk kolaborasi lintas kementerian. “Bangun komunitas-komunitas berbasis lokal (MGMP, Desa, Komunitas orang tua (ibu-ibu PKK, Arisan RT, Kumpulan Bapak-bapak), Karang Taruna, Mahasiswa/PT)’’, ujarnya dalam acara Refleksi Akhir Tahun. Selain itu menurut Rakhmat, diperlukan juga menggbah pandangan dan kembangkan PJJ berbasis kekhasan dan lokalitas daerah

Keempat, diperlukan membangun kolaborasi guru-siswa-keluarga. Hal ini penting untuk memperkuat interaksi dan komunikasi guru dengan siswa (kuatkan mental anak. “Guru harus mau keluar dari zona nyaman dan terus mengembangkan diri”, menurut Elly Malihah. Dalam pandangan Prof. Elly Malihah, kebijakan sekolah yang berpihak pada proses pembelajaran, peluang untuk melakukan tatap muka bagi siswa yang tidak dapat melakukan pembelajaran daring (pastikan semua siswa belajar)

Kelima, diperlukan kontinuitas penguatan karakter, keterampilan literasi dan kompetensi abad 21 yaitu berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi dalam daring dan masa adaptasi menuju ke luring. “Pemerintah jangan hanya terjebak literasi dengan membaca buku saja dan sudah dianggap sesuai literasi. Momentum pandemi Covid 19 baik untuk meningkatkan kualitas literasi kepada murid dan mahasiswa’’, ujar Bapak Rakhmat Hidayat. Dalam paparannya, best practice dari berbagai daerah diperlukan agar bisa menjadi pelajaran baik untuk guru/dosen

Keenam, diperlukan keterbukaan informasi, kesiapan tingkat satuan pendidikan kepada orang tua (dikomunikasikan kepada orang tua). “Mendorong peran kepala sekolah melalui pembinaan pengawas sekolah, agar lebih menjalin sinergi dengan tripusat pendidikan yaitu sekolah, orang tua dan masyarakat serta meningkatkan kerjasama dengan sumber-sumber belajar diluar sekolah dalam rangka membangun dukungan masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan di era pendemi’’, ungkap Bapak Rakhmat Hidayat dalam penjelasannya.

Demikian rilis AP3SI disampaikan.Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 31 Desember 2020

1. Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si. (Ketua Umum/No HP : 0858.6165.5587)
2. Rakhmat Hidayat, Ph.D. (Sekretaris Umum/No HP : 0812.1289.9980)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.