Harmonisasi Agama dan Etnis Dalam Komunitas Sunda Wiwitan Studi Kasus : Agama Islam dan Etnis Sunda Wiwitan di Kampung Adat Urug Bagian Artikel

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstrak

Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor apa saja yang menyebabkan Sunda Wiwitan masih bertahan di tengah masyarakat Islam di Kampung Adat Urug dan mendeskripsikan relasi atau hubungan antara agama Islam dan etnis Sunda Wiwitan di Kampung Adat Urug. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sunda Wiwitan di Kampung Adat Urug, ini berbeda dengan Sunda Wiwitan di daerah lain. Masyarakat Kampung Adat Urug seluruhnya memeluk agama Islam, namun tetap mempertahankan etnis Sunda Wiwitan. Harmonisasi antara agama dan etnis dapat menyatu dengan baik dalam kehidupan sehari-hari,maupun pada setiap rangkaian kegiatan upacara adat yang mengandung makna dari agama Islam juga tidak menghilangkan unsur adat istiadat dan tradisi Sunda Wiwitan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Subjek
Etnis, Agama
Disiplin Ilmu
Sosiologi
Cara Mengutip
Febriany, D. R., & Hidayat, R. (2021). Harmonisasi Agama dan Etnis Dalam Komunitas Sunda Wiwitan : Studi Kasus : Agama Islam dan Etnis Sunda Wiwitan di Kampung Adat Urug. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 3(2), 87-96. https://doi.org/10.52483/ijsed.v3i2.46
Referensi
  1. Koentjaraningrat. (2007). Manusia dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
  2. Malinowski, Bronislaw. (1960). A Scientific Theory of Culture. Chape Hill: University of North California Press.
  3. Malinowski, Bronislaw. (1939). The Group and the Individual in Functional Analysis. American Journal of Sociology 44. Volume 44, No. 6, 1939, hlm 941
  4. Melina dan Suzy S. (2007). Ritual Sesajen pada Penganut Sunda Wiwitan. Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 3, No. 2, 2019, hlm. 427-434.
  5. Tilaar, H.A.R. (2007). Mengindonesia Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  6. Hartati, S. (2019). Analisis Hubungan Interaksi Sosial Antara Penduduk Lokal dan Penduduk Pendatang di Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tahun 2018 (Doctoral dissertation, UNNES).
  7. Marzali, A. (2014). Struktural-fungsionalisme. Antropologi Indonesia.
  8. Sumadiono, W. (2018). Pedoman Umum Organisasi dan Administrasi Rukun Warga Rukun Tetangga. Deepublish.
  9. Ade Tuti Turistiati, M. I. R. H. R. M., & Andhita, P. R. (2021). KOMUNIKASI ANTARBUDAYA: Panduan Komunikasi Efektif antar Manusia Berbeda Budaya (Vol. 1). Zahira Media Publisher.
  10. Yunus, R. (2013). Transformasi nilai-nilai budaya lokal sebagai upaya pembangunan karakter bangsa. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1), 67-79.